Khamis, 7 Julai 2011

SIAPAKAH MAKHLUK YANG IMANNYA PALING MEMPERSONAKAN?

Nurul Ashikin | 10:42 PTG |
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...
Dini hari di Madinah Al Munawwarah.
Kusaksikan para sahabat berkumpul di masjidmu. Angin gurun membekukan kulitku. Gigiku gemertak. Kakiku tergoncang....
Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka. Engkau datang, ya Rasul Allah. Kupandang dikau...



Assalamu'alaika ya Nabi wa rahmatullah ...
Assalamu'alaika ya Nabi wa rahmatullah ....

Kudengar salam bersahut-sahutan. Engkau tersenyum, ya Rasul Allah, wajahmu bersinar. Angin gurun berubah hangat.

Cahayamu menyusup seluruh daging dan darahku.

Dini hari Madinah berubah siang yang cerah. Kudengar engkau berkata, "Adakah air pada kalian?". Kutengok cepat gharibah-ku. Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong.



Tidak ada setetespun air, ya Rasul Allah. Kusesali diriku.


Mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu. Duhai bahagianya jika kubasahi wajah dan tanganmu dengan percikan-percikan air dari gharibah-ku. Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu.


Kau mengambil gharibah kosong. Kau celupkan jari-jarimu.


Subhanallah, kulihat air mengalir dari celah-celah jarimu. Kami berdecak, berebut wudhu dari pancaran sucimu. Betapa sejuk air itu ya Rasul Allah. Betapa harum air itu, ya Habib Allah. Kulihat Ibnu Mas'ud meneguk air itu sepuas-puasnya.


Qod qomatis solah Qod qomatis solah.


Duhai bahagianya solat di belakangmu. Ayat-ayat suci mengalir di belakangmu. Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku.


Usai solat kau pandangi kami. Masih dengan senyum sejuk itu. Cahayamu, ya Rasul Allah, tak mungkin kulupakan. Ingin kubenamkan setitis diriku dalam samudera dirimu. Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu.


Kudengar kau berkata lirih,

"Ayyuhal halqi a'jabu ilaikum imanan?"
("Siapa makhluk yang imannya paling mempesona?")

"Malaikat ya Rasul Allah," "Bagaimana mereka tidak beriman?

Bukankah mereka berada di samping Allah?"

"Para Nabi, ya Rasul Allah?" "Bagaimana Nabi tidak beriman?

Bukankah kepada mereka turun wahyu Allah?"

"Kami, para sahabatmu," "Bagaimana kalian tidak beriman?

Bukankah aku berada di tengah-tengah kalian? Telah kalian saksikan apa yang kalian saksikan,"

"Kalau begitu, siapa mereka ya Rasul Allah?"


Langit Madinah bening....

Bumi Madinah hening....
Kami termangu....

Siapakah gerangan yang imannya paling mempesona?


Kutahan nafasku, kuhentikan detak jantungku. Kudengar sabdamu,

"Yang paling menakjubkan imannya, mereka yang datang sesudahku, beriman kepadaku, padahal tidak pernah berjumpa dan melihatku. Yang mempesona imannya, mereka yang tiba setelah aku tiada, yang membenarkanku tanpa pernah melihatku,"

"Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasul Allah?"

"Kalian sahabat-sahabatku. Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah berjumpa denganku. Mereka beriman kepada yang ghaib, menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan kepada mereka,"

Kami terpaku.

Langit Madinah bening.
Bumi Madinah hening.

Kudengar lagi engkau berkata, "Alangkah rindunya daku kepada mereka. Alangkah bahagianya aku memenuhi mereka,"Suaramu parau, butir-butir air matamu tergenang.

Kau rindukan mereka, ya Rasul Allah.
Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah...
Kau dambakan mereka, ya Habiballah....

Wahai Rasulullah, kau ingin bertemu dengan mereka yang tak pernah dijumpaimu, mereka yang bibirnya selalu bergetar menggumamkan salawat untukmu. Kau ingin datang memeluk mereka, memuaskan kerinduanmu. Kau akan datang kepada mereka yang mengunjungimu dengan salawat.


Masih kuingat sabdamu, "Barangsiapa yang datang kepadaku, aku akan memberinya syafaat di hari kiamat."


Yâ wajîhan 'indallâh, isyfa'lanâ 'indallâh.

Wahai yang mulia di sisi Allah, berikanlah syafaat kepada kami di sisi Allah...

(Hadits pada tafsir Ad Durr Mantsur, berkenaan dengan Q.S. Al Baqarah:03)


Assalamu'alaika ayyuhan Nabi wa rahmatullahi wa barakatuh...


****Sebuah catatan untuk hati yang sering "lupa" tentang....

Betapa beruntungnya diri kita ini sebenarnya ... Ya kita lah para sahabat tercinta yang dimaksudkan oleh Baginda Rasul Saw tercinta ... Kita yg beriman kepada risalah yg disampaikan Baginda Saw walau kita dipisahkan oleh waktu beribu tahun dengan Baginda.. Kita yg tiada pernah berjumpa wajah dengannya. Namun beriman dengan yakin seyakin2-Nya atas agama yg kita cintai ini ... Keimanan kita begitu mempesona Baginda Saw ..

Mari kita buat Bangga Baginda Rasulullah Saw .. Dengan selalu istiqamah di jalan Allah .. insya Allah ... Masya Allah .. Barakallah ...


Allahuma Shali Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad ...




Insya Allah bermanfaat dan penuh keberkatan dari Allah ...


Salam Terkasih ...

Dari Seorang Sahabat untuk Sahabat ...

Comment With:
OR
The Choice is Yours!

1 ulasan:

Apesal.com